THE USE OF SPEECH STYLE OF MENAK PEOPLE IN ORDINARY CONVERSATION AT SURALAGA VILLAGE, EAST LOMBOK

Hei, Batur (khususnya batur Suralaga  Sasak  dan pembaca pada umumna), niki ta saling bagi-bagi informasi (baca: ilmu) mengenai gaya bahasa i kadunta lek Suralaga. Silaq pe pada baca ia kalo. Siap menerima kritik dan saran lekan epe pada ^_^.

It’s also fruitful for you who has a task related to speech style use.

ABSTRACT

The Use of Speech Style of Menak People in Ordinary Conversation at Suralaga Village

This thesis deals with the use of Speech style of menak people in ordinary conversation at Suralaga village. This study aims to investigate the use of speech style in two communication settings; ‘among menak’ and ‘menak -non menak’ setting. Besides, it also identifies the language patterns of the interactions and the factors influencing the differences of pattern of their interactions. The data needed are in the form of conversations of the people and gained through four techniques such as recording, observation, interview, and note taking. Afterwards, the data were analyzed in five stages i.e. data selection, transcription, identification, classification and analysis. This study shows that tengaq and jamaq style are applied by the society whether among menak and by between menak-non menak setting. The language patterns, in terms of the use of speech style, of society’s interaction are different depending on the interlocutors they face. The factor influencing the differences of the interactions are age level, honorary, and social distance relationship.

Key terms: speech style, language pattern, Suralaga village


 

ABSTRAK

Penggunaan Gaya Bahasa oleh Orang Menak pada Percakapan Sehari-hari di Desa Suralaga

Penelitian ini meneliti tentang penggunaan gaya bahasa oleh menak pada percakapan sehari-hari di desa Suralaga pada dua situasi yang berbeda yakni ‘sesama menak’ dan ‘antara menak- non-menak’. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi pola-pola bahasa pada interaksi masyarakat dan faktor penyebab perbedaan pola interaksi tersebut. Data yang dibutuhkan pada penelitian ini berupa percakapan-percakapan mayarakat yang diperoleh melalui empat teknik seperti teknik merekam, pengamatan, wawancara, dan catat. Setelah itu, data tersebut dianalisis dalam beberapa tahap; pemilihan data, trankripsi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan oleh sesama menak dan antara menak- non menak adalah gaya ‘tengaq’ dan ‘jamaq’. Pola bahasa, terkait penggunaan gaya bahasa, pada interaksi masyarakat berbeda disesuaikan dengan lawan bicaranya. Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu umur, status social, dan hubungan sosial.

Kata kunci: gaya bahasa, pola bahasa, Desa Suralaga,

You may open the article below,

article

SEMOGA BERMANFAAT YA…

Iklan

The Gift of the Magi by O. Henri review

Hai sahabat latifasyfa, terima kasih telah berkunjung, berikut adalah review dari cerita pendek “The Gift of the magi oleh  O. Henri. kalau ada kritik, di tulis di kolom komentar ya, terimakasih. ini salah satu tugas di kampus sebenarnya untuk   me -review salah satu short story. cek this out… 

O. Henry is one of the best authors of short story. Most of his short stories are known by people because of its value in it. He usually combines some cases of life which happen in society in an elegant order. One of his well-known short stories is The Gift of the Magi. This story is very interesting to analyze whether in the intrinsic (plot, setting, theme, and the characters) and extrinsic (the intended message and the values). Those elements have their own unique characteristics. However, in this case, the author would try to write the major things that are needed to be analyzed that would cover the purpose of O. Henry in this story: Theme and the word choice.
First, O Henry put the unique theme of the story. By reading and study some cases in this story, the theme which appear is about Love exactly the honesty Love. O. Henry, in this short story raises the condition in which the poor couple, James and Della, loving each other in deep. Indirectly, O.Henry states that Love cannot be stopped by wealth or something like that. Love is about heart, sincere and immolation. In The Story of the magi, that couple tried to give the best for his/her partner. Although they are poor, and live in poverty, it did not make them to surrender to buy the present. In this story, Della is told as the women had the beautiful hair. However, because of her willing to surprise her husband in the Cristmast Eve, so she let her hair fall to cut. She did not know what should to do at that time, her mind just about what thing should she gave to her beloved husband. Thus, without uttering any words, she directly went to a Shop for selling her worth property, her hair. Finally, her Pannies is enough and she bought a platinum watch for her husband. She waited for her husband. When her husband arrived, she gave her husband the best watch that she bought. Tear of both of them tripped after her husband, Jim, knew where the defrayal she got. And the surprise things came from her husband who bought her a comb that she wants, but now she does not have any beautiful hair. The true love like in this story may happen in real life, but it is so rare. However, in other side, in my opinion, it may never happen in real life if we see from the effort from Della who braves lose her hair.
Second, the word choice used in this story “the gift of the magi” is very simple and easy to be understood by the reader in all circles. O.Henry is hardly ever inserts the figurative language in the story but in the end of the story. The reader may feel confused about the last sentence “they are the magi”. This sentence reflects the title of the story. So, what magi means while the story is not talking about kingdom because magi means “three kings from east”?
From a resource, magi’s meaning is the three kings from somewhere that come to Bethlehem to see and gave the baby Jesus the wisest present. Thus, In this case, O.Henry smartly and intentionally symbolized the two characters, Della and Jim, as the magi which loving each other and give the wisest present for each other with no rewards on the Christmas Eve. besides, they want to give the best things on the Christmas because it is the sacred and pure event when Jesus was born.

Azimat berduri

Ku buka lagi buku yang kau azimatkan

Membuka lembaran-lembaran usang yang sekian lama tak terjamah

Lusuh, berjelaga sepi

Ku buka lagi buku yang kau azimatkan

Untaian kata di dalamnya penuh dengan teka-teki

Aku tersenyum,

Mengerutkan kening tuk mencari jawaban atas tinta yang kau ukir

Aku tersenyum,

Tergopoh-gopoh dalam kegalauan akan makna

Aku tersenyum atas usangnya buku yang kau azimatkan begitu berduri

Seketsa wajah

Sketsa wajah emang sulit (bagiku). Ini nih hasilnya…

#My aunt

1477797391476

 

#Mas S. (Dia tanda gak ya?)

2016-10-10-22-32-48-2

nge-gambar Mas S. ni agak rempong alias ga mudah juga. Liat aja gambar di bagian hidungnya masih berantakan. Tapi ya sudahlah, namanya juga masih tahap belajar. hehehe. Sebelum menjadi gambar di atas, perjuangan nge-gambarnya luar biasa banget, jatuh bangun, hapus, gambar, hapus, gambar lagi. Tapi namanya mau belajar ya harus tetep berjuang.

Berikut nih step-stepnya.. -_-

2016-10-09-00-59-31
1
2016-10-09-04-57-20
2
2016-10-09-12-42-17
3
2016-10-09-13-40-56
4
2016-10-09-14-56-59
5
2016-10-10-22-32-48
6

2016-10-10-22-32-48-1

haha, ,

Begitulah, .

Asyiknya menggambar. Semoga Mas S.nya kagak marah nih kalo liat.

 

Kandungan Surat Ar-Rahman

Lalu, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Umat muslim mana yang tidak tahu dengan surat yang luar biasa ini, setidaknya tahu nama suratnya saja. Tapi mungkin sebagian besar dari kita, termasuk saya,  belum mempelajari dengan sungguh-sungguh kandungan surat Ar-rahman. Akhir-akhir ini, salah satu ayat surat Arrahman yang sering terdengar atau diucapkan melaui media sosial  adalah “Fabiayyi Ala I robbikuma tukadziban” yang artinya “Lalu, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” atau bahasa bule-nya yaitu Which then, the favors of your Lord will (both of) you deny?

Berawal dari menonton video seorang Saikh yang membaca surat Ar-rahman ketika  mengimami shalat berjamaah.  Saya merasa penasaran mengapa ia sampai menangis membaca surat yang satu ini. Akhirnya, saya pun membaca artinya. MasyaAllah, Surat Ar-rahman memang luar biasa. Menasehati dan memperingatkan diri yang selama ini lalai dan kurang bersyukur. Menegur dengan santun akan pribadi yang jauh dari sang maha Pencipta. Ayat demi ayat begitu sarat pesan. Menggetarkan jiwa. Setelah membaca surat Ar-rahman, ada beberapa hal yang saya  petik:

  1. Perbanyaklah bersyukur. Nikmat yang Allah S.W.T. berikan begitu banyak: Ia menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, mengeluarkan berlian, batu karang, dll. dari perut bumi, bunga-bunga yang harum,
  2. Selalu ingat kepada Allah SWT. Sang pencipta
  3. Kita tidak perlu berlaku sombong. Semuanya terjadi hanya karena kehendak Allah S.W.T. Dialah yang memiliki seluruh isi bumi dan langit ( walah manfissamaw watiwal ard). Di surat ini di sebutkan secara rinci dan lugas akan semuanya adalah hak Allah S.W.T. (Sila di baca arti Ayat per ayat ya).
  4. Segera meminta ampun kepada-Nya karena semuanya akan hancur kecuali “wajah tuhan” yang memiliki kebesaran dankemuliaan ‘kan tetap kekal (Kullu man ‘alaiha faan. Wayabqo wajhu robbika dzul jalaliwal ikrom)
  5. Kebaikan yang kita lakukan akan dibalas dengan kebaikan (baca: syurga). MasyaAllah.

Tulisan ini sebagai nasihat bagi diri saya sendiri.  Jikapun ada yang membacanya, Alhamdulillah. ^_^. Semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik. Amiin ya Rabbal’alamiin.

 

Tulisan ini tercipta karena diri yang penuh dosa.

Ya Rasul

Ingin sekali wajah ini bersua denganmu

Mencium tanganmu

Mengucapkan salam kepadamu

Kapan kita bertemu lagi lewat mimpi

Rinduku meradang

Ingin melihat teduhnya wajahmu

Aku begitu mengagumimu

Ku dengar dan ku baca kisahmu yang begitu mengagumkan

Kaulah panutan setiap insan

Ya rasul,

Banyak hal yang ingin ku tanyakan kepadamu

Tentang kehidupan akhir zaman

Aku butuh engkau

Kami semua membutuhkanmu

Ya rasul,

Kami, ummatmu, sedang dirundung kegalauan akan kelamnya dunia

Ya Nabi ALLAH..

Sebagai penawar rindu, aku, kami hanya bisa mengucapkan shalawat kepadamu

Kami hanya bisa menghadiahkan shalat serta salam kepadamu

Semoga kami bisa mengikuti jejakmu

Allohumma shalli’ala Muhammad wa’ala Ali sayyidina Muhammad

Allohumma shalli’ala Muhammad wa’ala Ali sayyidina Muhammad

Allohumma shalli’ala Muhammad wa’ala Ali sayyidina Muhammad

 

 

 

Tuan

Tuan,

Kemarilah!

Lihatlah kedalam jantung hati ini

Lihatlah lebih dalam

Perhatikanlah! Ada seonggok Rindu yang menantimu

Ia telah melewati beribu musim

Lihatlah!

Tubuhnya kurus kering

Haus akan kehadiranmu

Lihatlah!

Kulitnya tersengat, terbakar oleh panasnya ketiadaanmu

Menggigil hebat karena dinginnya sikap acuhmu

Tuan,

Kasihanilah ia, Sang hati,  yang menginginkan kehadiranmu

Berilah ia sekuntum bunga tanda cinta

Suguhilah ia segelas penawar rindu

Tuan,

Tidak banyak yang ia pinta: Kehadiranmu disisinya selamanya

Tuan,

Miss you.

Gelap meradang

Setiap manusia tentu pernah melalui hitam

Termasuk aku, kamu, dan mereka

Kadang, gelap begitu ramah

Memeluk erat dengan tangan-tangan lembut manis, lengket

Pintu cahaya pun terasa sulit tuk di jangkau

Bukannya malah berusaha mencapai taubat

Tapi malah sangat terlena dengan rayuan syaithan

Terkadang hati sangat ingin merasuk ke dalam lautan ampunan

Tapi duri dan cumbu-cumbu rayuan gelap terlalu kuat, membelenggu

Sungguh sayang, jika pengembaraan ini hanya untuk bermain pada lembah dosa

Do’aku, do’amu, dan do’a mereka adalah…

Semoga, gelap segera lenyap dan terlewati

Agar syurga-Nya tak hanya menjadi mimpi

(Jatuh) Cinta

Bibir memaksa tersungging

Pipi memerah

Terhipnotis oleh khayalan tipu daya asmara

Karenanya…

Terlihat pelangi di balik bukit, tersenyum manja

Bunga-bungaku bersemi, mekar

Angin ikut menyibakkan rambutku, sepoi

Terdengar Sang pujangga melantunkan bait-bait cinta

Aku tersungging lagi,

Aroma syurgawi sungguh terasa

Inikah cinta?